Aktivis Rahman Patingki, Ketua Umum Forum Kaum Pembela Rakyat, menilai pernyataan tersebut bukan lelucon, tetapi refleksi mental korup yang terang-terangan melecehkan kepercayaan publik. Di tengah rakyat yang berjuang melawan krisis ekonomi, ucapan ini adalah bentuk penghinaan yang mencoreng etika dan nurani.
Lebih jauh, rekaman itu juga menimbulkan tanda tanya serius. Gerak-gerik Wahyu Moridu dalam video mengindikasikan perilaku tidak wajar, seakan berada di bawah pengaruh zat adiktif. Mengingat rekam jejaknya yang pernah terjerat kasus narkoba dan menjalani rehabilitasi, wajar jika publik menduga-duga: apakah wakil rakyat ini kembali bermain di kubangan lama?
Desakan pun bergulir. Rahman Patingki meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) segera turun tangan melakukan pemeriksaan. Jika benar ada indikasi penyalahgunaan narkoba, maka tindakan tegas harus diambil—bukan sekadar demi citra, tetapi untuk menjaga marwah lembaga legislatif dari dekadensi moral.
Forum Kaum Pembela Rakyat menegaskan, DPRD Gorontalo tidak boleh menjadi panggung badut politik yang mempermainkan kepercayaan rakyat. Jika kasus ini dibiarkan, berarti pintu penghinaan dan kerusakan integritas dibiarkan terbuka lebar.
“Ini bukan lagi soal satu individu bernama Wahyu Moridu, melainkan soal masa depan moral politik Gorontalo. Rakyat butuh wakil yang waras, bukan aktor yang menodai mandat,” tegas Rahman Patingki. (Red)
