Kordinator Wilayah BGN Kabupaten Gorontalo Utara, Wardio Detuage, menegaskan bahwa pelatihan ini membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas layanan gizi di daerah. Menurutnya, penjamah makanan memiliki tanggung jawab penting dalam menjamin setiap sajian yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, dan bebas dari kontaminasi.
“Pelatihan ini bukan sekadar teori, tetapi memberikan keterampilan praktis agar penjamah makanan di SPPG bisa bekerja sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan. Dengan begitu, layanan gizi yang diberikan kepada masyarakat, khususnya pada program Makan Bergizi Gratis, akan lebih terjamin mutunya,”
— Wardio Detuage, Kordinator Wilayah BGN Kabupaten Gorontalo Utara
Wardio menambahkan, melalui materi yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan, para peserta mendapat pemahaman komprehensif mulai dari pengelolaan sanitasi, higienitas, hingga 5 kunci keamanan pangan. “Ini menjadi bekal penting agar setiap proses, dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan, benar-benar memenuhi standar. Dampaknya bukan hanya pada kualitas makanan, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat terhadap layanan gizi pemerintah,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas penjamah makanan akan berdampak langsung pada pencegahan penyakit akibat pangan serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. (BYP)
