Sebelumnya, Fikri menyoroti kondisi fasilitas RSUD ZUS yang dinilainya memprihatinkan, terutama pada ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang mengalami kebocoran saat hujan deras. Ia juga menyinggung proyek pembangunan Unit Rawat Darurat yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 2,5 miliar, namun kini disebut banyak dikeluhkan masyarakat.
“RSUD seharusnya menjadi ikon pelayanan kesehatan di Gorontalo Utara, tapi kenyataannya banyak fasilitas rusak dan bocor. Ini membahayakan pasien dan keluarga. Kami akan menunggu langkah nyata dari Pemda, kalau tidak, kami akan menggelar aksi besar-besaran,” tegas Fikri Abdullah, Rabu (8/10/2025).
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD ZUS Gorontalo Utara, dr. Ardiansyah, M.K.M, menyampaikan klarifikasi bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya perbaikan dan terus berbenah.
“Insya Allah kami dari RS terus berbenah. Plafon yang bocor di beberapa ruangan sebelumnya sudah kami perbaiki. Namun kebocoran di ruang NICU dan IGD itu baru terjadi saat hujan deras kemarin,” jelas dr. Ardiansyah.
Ia menambahkan, pihaknya sudah menugaskan Kasubag Umum dan Perlengkapan bersama Kasie Penunjang Non Medik untuk mengidentifikasi sumber kebocoran serta menghitung biaya perbaikannya. “Begitu laporannya masuk, kami akan segera tindak lanjuti dengan perbaikan,” ujarnya.
Terkait masalah air bersih, pihak rumah sakit juga telah menjalin kerja sama dengan PUDAM untuk memperbaiki sistem perpipaan dan menambah pompa pendorong. Saat ini, proses pengeboran sumur baru dan instalasi air juga sedang berlangsung.
“Insya Allah, dalam waktu dekat masalah air bisa teratasi. Kami sangat berterima kasih atas kritik dan perhatian masyarakat. Ini menjadi motivasi kami untuk memperbaiki pelayanan,” tutupnya.
Sementara itu, Asisten III Setda Gorontalo Utara Bidang Administrasi Umum, Hendra Mantu, S.Pd, M.Si, yang mewakili pemerintah daerah, menyatakan bahwa Pemda berkomitmen mendukung peningkatan kualitas RSUD ZUS sebagai rumah sakit kebanggaan daerah.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD untuk segera melakukan pembenahan, termasuk evaluasi teknis pada proyek yang menggunakan dana PEN. Semua akan diaudit secara terbuka dan profesional,” tegas Hendra.
Ia menambahkan, Pemda juga sedang menyusun langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Gorontalo Utara, baik melalui peningkatan SDM tenaga medis maupun infrastruktur pendukung lainnya.
Dengan adanya klarifikasi dan komitmen bersama tersebut, diharapkan RSUD Zainal Umar Sidiki dapat kembali menjadi pusat pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan membanggakan masyarakat Gorontalo Utara. (BYP)
