Dalam pemaparannya, Muhammad Abdurahim menyebut, dampak inovasi penyelenggara GOT berperan sangat penting dalam meningkatkan aktivitas ekonomi di pulau Tidore. Arus mobilitas menciptakan efek ekonomi ganda diantaranya, meningkatnya permintaan terhadap transportasi laut lokal, jasa penginapan, kuliner, serta sektor perdagangan informal.
Ia menuturkan, ada beberapa nahkoda speed boat dan motoris perahu kayu mengaku bahwa selama pelaksanaan GOT, pendapatan mereka meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
Selain itu, kata Muhammad, GOT telah menjadikan kota Tidore Kepulauan sebagai sorotan publik (Spotlight) pada era media digital maupun nasional. “Pemanfaatan platform seperti YouTube, Instagram dan Tiktok memungkinkan turnamen ini dikenal secara luas, dengan jumlah penonton tayangan daring dapat mencapai puluhan ribu kali tayang,” ungkapnya.
Keberlanjutan inovasi GOT di kelurahan Gurabati telah terbukti melalui konsistensi pelaksanaannya sejak tahun 1989 hingga saat ini. Melalui pemanfaatan media digital, kegiatan ini berhasil mencuri perhatian dunia maya hingga ke tingkat nasional dan juga mendatangkan para pemain liga Indonesia, timnas maupun pemain asing sehingga menjadikan GOT ini sebagai ajang tarkam terbaik se-maluku Utara. ***
