Rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati, dipimpin Ketua Umum Perkumpulan, Hj. Wantikah Wulandari, didampingi jajaran pengurus:
Mirawati – Wakil Ketua
Citra Larastini – Sekretaris
Anita Fitri – Wakil Sekretaris
Ely Khosaroh – Bendahara
Pipit Atipik – Wakil Bendahara
Para penasihat: Gus Fatkur, H. Suharno Suwalan, H. Jasmani, dan Gus Arifin Siregar
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono menyampaikan rasa terima kasih kepada para Waranggono yang telah ikut mendukung program Pemerintah Kabupaten Tuban, terutama dalam pelestarian budaya.
“Saya sangat mengapresiasi mbak-mbak Waranggono yang sudah memiliki legal formal dan berkomitmen melestarikan tayub. Pemerintah tentu mendukung agar kebudayaan di Tuban semakin kuat dan berkembang,” ujarnya.
Wakil bupati Tuban Joko sarwono juga berkomitmen untuk mengayomi, menjaga dan merawat budaya seni tayub di kabupaten Tuban
“Saya, sebagai Wakil Bupati Tuban, akan terus mengayomi, menjaga, dan merawat budaya yang ada di Kabupaten Tuban. Terlebih seni waranggono atau tayub Tuban
ini adalah identitas budaya kita yang harus tetap hidup, lestari, dan dibanggakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.” ucap Drs. Joko Sarwono, Wakil Bupati Tuban.
Ketua Umum, Hj. Wantikah Wulandari, menegaskan bahwa Perkumpulan Seni Tayub Waranggono Tuban akan terus eksis dalam menjaga seni tradisi.
Ia juga menyampaikan kabar gembira bahwa pengurus sebelumnya telah diterima oleh Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
“Alhamdulillah, kami sudah diterima Ibu Gubernur. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus melestarikan seni tayub,” ujar Wantikah.
Wakil Ketua, Mirawati, menegaskan bahwa pihaknya akan terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah.
“Kami akan selalu koordinasi mengenai perkembangan seni tayub Waranggono di Tuban,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Perkumpulan, Citra Larastini, menyampaikan bahwa pemerintah menyambut baik program-program yang telah dipaparkan.
“Bapak Wakil Bupati juga ikut senang karena perkumpulan ini sudah terbentuk dengan solid. Terima kasih kepada Bupati dan Wabup Tuban yang mendukung seni tayub Waranggono,” jelasnya.
Anggota Penasehat, H. Suharno, memberikan jaminan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan perkumpulan.
“Saya siap mendukung program-program Waranggono yang efektif dan bermanfaat,” tegasnya.
Senada dengan itu, Gus Arifin Siregar menegaskan bahwa tayub adalah budaya yang harus dikenalkan lebih luas.
“Waranggono harus terus maju. Budaya ini harus dikenal oleh masyarakat Indonesia. Karena itu audiensi dengan lembaga pemerintah sangat penting,” katanya.
Penasehat lainnya, Gus Fatkur, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat perkumpulan akan melakukan audiensi ke Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, bahkan merencanakan audiensi ke Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta.
“Insyaallah bulan depan semua agenda audiensi ini akan terlaksana,” ujarnya.
Mirawati menambahkan bahwa audiensi berikutnya akan diikuti oleh jajaran pengurus harian, ketua lembaga, dan seluruh penasehat perkumpulan.
Menutup audiensi, Ketua Umum Hj. Wantikah Wulandari menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dan Wakil Bupati Joko Sarwono atas dukungan yang telah diberikan, termasuk memfasilitasi kegiatan Siraman Waranggono Tuban di Wisata Bekti Harjo, Semanding.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat posisi seni tayub Waranggono Tuban sebagai ikon budaya daerah yang terus berkembang.
