Dalam arahannya, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa institusi Polri tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola komunikasi konvensional. Lanskap digital yang bergerak cepat, menurutnya, menuntut kesiapsiagaan penuh dalam merespons isu, opini, hingga potensi disinformasi yang berkembang di ruang publik.
“Perang narasi di ruang digital harus dihadapi dengan respons yang cepat, tepat, dan terukur,” tegasnya dalam forum tersebut.
Respons Cepat dan Berbasis Data
Kadiv Humas Polri menekankan pentingnya analisa mendalam terhadap setiap konten yang beredar, baik yang bersifat informatif, kritis, maupun provokatif. Setiap jajaran Humas Polda diinstruksikan untuk tidak reaktif secara emosional, melainkan mengedepankan pendekatan berbasis data dan fakta.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan setiap klarifikasi atau pernyataan resmi Polri mampu menjawab keresahan publik sekaligus meredam potensi kesalahpahaman yang meluas.
Di era algoritma media sosial yang kerap mempercepat viralitas informasi negatif, strategi komunikasi yang solid dan terkoordinasi menjadi kunci menjaga stabilitas persepsi publik terhadap institusi penegak hukum.
Kolaborasi dengan Influencer
Dalam pertemuan tersebut, peran influencer Humas Polda turut mendapat sorotan. Kadiv Humas mengajak para kreator konten dan pegiat media sosial yang bermitra dengan Polri untuk terus memperkuat sinergi, terutama dalam menyebarluaskan konten-konten positif.
Dukungan melalui like, komentar, dan share, menurutnya, bukan sekadar aktivitas digital biasa, melainkan bagian dari ekosistem komunikasi strategis. Selain itu, influencer juga diharapkan aktif membantu melakukan klarifikasi terhadap informasi yang menyesatkan, dengan tetap mengedepankan etika dan akurasi.
Menjaga Kepercayaan Publik
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam memperkuat manajemen komunikasi publik di tengah tantangan era digital. Kepercayaan publik, yang dibangun melalui transparansi dan konsistensi informasi, disebut sebagai modal utama institusi.
Dengan konsolidasi nasional ini, Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan komunikasi yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap setiap dinamika yang berkembang di masyarakat.
Di tengah kompetisi narasi yang semakin kompleks, Polri menempatkan ruang digital bukan sekadar arena informasi, tetapi juga medan strategis dalam menjaga stabilitas, membangun citra, dan merawat kepercayaan publik.
