Tuban, 09 Desember 2025 — Dinamika internal Polri di Jawa Timur kembali memanas setelah Kapolda Jatim secara resmi mencopot Kapolres Tuban pada 8 Desember 2025. Pencopotan ini dilakukan melalui Surat Perintah Kapolda yang menunjuk Irwasda Polda Jatim, Kombes Pol Agung, sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kapolres Tuban.
Keputusan cepat Kapolda Jatim ini dinilai sebagai bentuk ketegasan sekaligus komitmen untuk melakukan pembenahan di tubuh Polri, khususnya pasca mencuatnya berbagai dugaan tindakan tidak profesional dan arogansi oknum di Polres Tuban.
Menanggapi pergantian mendadak tersebut, Ketua Umum Ormas Madura Asli Sedarah (MADAS), Bung Taufik, memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Jatim. Menurutnya, langkah tegas ini merupakan sinyal kuat bahwa tidak ada ruang bagi sikap arogan maupun penyimpangan wewenang di lingkungan kepolisian.
“Saya mengapresiasi Kapolda. Surat perintah yang dikeluarkan secara cepat membuktikan komitmen beliau untuk terus melakukan perbaikan. Ini juga menunjukkan ketegasan dan konsistensi Kapolda dengan semangat reformasi Polri,” ujarnya.
Taufik menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran kepolisian, baik di Tuban maupun wilayah lain.
“Di tubuh Polri jangan sampai ada lagi tindakan arogan yang merugikan masyarakat. Apa yang terjadi ini menjadi pengingat bagi semua kawan–kawan kepolisian untuk tidak mengulangi tindakan semacam itu,” tambahnya.
Sebagai organisasi masyarakat yang aktif mengawal isu-isu publik, Bung Taufik menegaskan bahwa MADAS akan terus memantau proses perbaikan internal yang dilakukan oleh Polda Jatim.
“Kami sebagai ormas Madura Asli Sedarah berkomitmen penuh untuk mengawal proses ini. Kami ingin masyarakat mendapat pelayanan terbaik, bukan justru menjadi korban tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh aparat,” tegasnya.
Pencopotan Kapolres Tuban ini menjadi perhatian besar masyarakat, mengingat sebelumnya muncul sejumlah laporan terkait dugaan tindakan tak profesional di jajaran kepolisian setempat. Penunjukan PLT dari Irwasda menunjukkan bahwa Kapolda ingin memastikan adanya pengawasan ketat dan pembenahan menyeluruh di Polres Tuban.
Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan Polda Jatim, termasuk potensi pemeriksaan internal dan penindakan terhadap oknum yang diduga terlibat dalam berbagai laporan yang sebelumnya mencuat.

















