Bau Tak Sedap dari Kandang Babi Ganggu Masyarakat Desa Nangahale, Tuntutan Tindakan Tegas

(Foto: Dokumen)

Newstizen | Sikka – Beberapa warga Desa Nangahale, khususnya di Dusun Namandoi, sangat menyayangkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari arah kandang babi milik salah satu warga bernama Dorus. Bau tersebut telah mengganggu masyarakat sekitar, terutama saat menjelang buka puasa bersama keluarga, di mana beberapa dari mereka bahkan kesulitan menelan takjil yang disajikan.

Salah satu warga, Ibrahim, yang juga merupakan anggota Keamanan Lingkungan (Hansip) di Desa Nangahale, mengaku telah mencoba melakukan pendekatan persuasif kepada Dorus untuk mengalihkan kandang babi tersebut. Namun, upaya tersebut tidak pernah diindahkan oleh Dorus, seperti yang disampaikan Ibrahim pada Senin, 11 Maret 2024, saat menghadiri acara syukuran penyambutan bulan suci Ramadhan di salah satu rumah tetangga.

Jumaani, seorang warga yang tinggal tidak jauh dari kandang babi, juga menyayangkan tindakan Dorus karena bau tak sedap tersebut telah mengganggu kehidupannya sehari-hari, bahkan sebelum bulan Ramadhan. Upaya dari Ibrahim dan Jumaani mendapat respon positif dari warga lain di Dusun Namandoi, yang juga merasa terganggu oleh bau tidak sedap tersebut.

Sebelumnya, beberapa warga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa Nangahale, dan surat teguran sudah dilayangkan kepada Dorus. Namun, Dorus tampaknya tidak mengambil tanggapan apa pun terhadap surat teguran tersebut dan terkesan mengabaikan upaya mediasi yang dilakukan oleh pemerintah desa.

Warga berharap agar aparat pemerintah dapat mengambil tindakan tegas terhadap pemilik ternak tersebut. Jika Dorus masih tidak merespons, maka warga meminta agar pemerintah desa melibatkan aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas demi menjaga kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Desa Nangahale. (Faidin)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version