Kritik Tajam Ibrahim Daud Engahu; Percasi Kabupaten Gorontalo Seperti Anak Ayam Kehilangan Induk

Ibrahim Daud Engahu (Foto: Dok SD)

, Gorontalo, 02 Juni 2024 — Ibrahim Daud Engahu, seorang warga Gorontalo yang gemar bermain catur, memberikan tanggapan kritis terhadap kepengurusan baru Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Gorontalo. Menurutnya, kepengurusan yang dipimpin oleh Suwandi belum menunjukkan kemajuan signifikan dan lebih baik dibandingkan dengan kepengurusan sebelumnya.

“Saya bukanlah pecatur yang aktif, hanya warga yang senang dan suka main catur. Sekalipun saya tidak pernah ikut atau aktif dalam kegiatan turnamen, saya sering nimbrung saat ada permainan catur,” ujar Ibrahim mengawali tanggapannya.

Ibrahim menggambarkan kondisi Percasi Kabupaten Gorontalo saat ini seperti anak ayam yang kehilangan induknya. “Organisasi ini seperti anak ayam kehilangan induknya, tidak tahu harus mencari kemana. Pecatur dan peminat catur di Gorontalo berinisiatif sendiri tanpa koordinasi dari pengurus. Ini mengindikasikan kurangnya arah dan koordinasi dari kepengurusan saat ini,” lanjutnya.

Ia menilai bahwa kurangnya waktu dan perhatian dari ketua yang sekarang adalah masalah utama. “Kalau Ketua hari ini tidak punya waktu mengurusnya, maka lebih baik serahkan kepada orang lain yang bisa. Jangan biarkan organisasi ini mati begitu saja. Hidupkan kembali dan serahkan kepada yang lain jika memang perlu,” tegas Ibrahim.

Ibrahim juga menyampaikan bahwa banyak pecatur di Kabupaten Gorontalo yang memiliki potensi besar untuk berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Namun, potensi tersebut terhambat oleh ketidaktifan pengurus. “Kami melihat beberapa grup Percasi Kabupaten Gorontalo menginginkan hal yang sama, yaitu jangan biarkan organisasi ini mati hanya karena ketidaktifan Ketua.”

Ia menekankan pentingnya jiwa besar dari Ketua saat ini untuk mundur jika tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Para pecatur Kabupaten Gorontalo merasa bahwa ini harus dipikirkan bersama-sama, terutama oleh Ketua. Jika perlu, undur diri dan serahkan kepada yang lain. Jangan biarkan organisasi ini mati,” tutup Ibrahim.

Tanggapan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam dari para pecinta catur di Gorontalo mengenai masa depan Percasi dan potensi atlit-atlit catur di daerah tersebut. Harapannya, kritik ini bisa menjadi pemicu perubahan positif dalam kepengurusan Percasi Kabupaten Gorontalo demi kemajuan catur di daerah tersebut. (SD)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version