Rakor tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Gorontalo, Kombes Pol Pramono Jati, S.I.K., M.T., yang menekankan pentingnya sinergi antarinstansi guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Hari Raya Ketupat, yang merupakan tradisi tahunan masyarakat Gorontalo.
“Ini adalah kegiatan rutin yang tidak hanya fokus pada pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga memastikan masyarakat dapat merayakan lebaran dengan aman dan nyaman. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang solid dari seluruh pihak terkait,” ujar Kombes Pramono dalam sambutannya.
Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian utama, di antaranya:
-
Pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan balik
-
Kesiapan pos-pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik strategis
-
Langkah-langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)
Polda Gorontalo memperkirakan akan terjadi peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat pada perayaan Ketupat tahun ini. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di beberapa lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan.
“Peningkatan mobilitas masyarakat tahun ini perlu diantisipasi dengan pengamanan yang optimal. Karena itu, kami siapkan pos-pos pelayanan dan pengamanan di jalur-jalur strategis untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Rakor lintas sektoral ini menjadi langkah awal dalam membangun kesepahaman dan koordinasi antara berbagai instansi, termasuk TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan unsur terkait lainnya dalam rangka menyukseskan perayaan Hari Raya Ketupat 2025. (***)
