Penunjukan tersebut diumumkan langsung oleh Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemkab Pohuwato, Arman Mohamad, pada Selasa, 3 Juni 2025. “Assalamualaikum. Hari ini saya, atas nama Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato, menyerahkan surat pemberitahuan penunjukan petugas khatib Idul Adha 1446 H di Masjid Agung Pohuwato kepada Bapak Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni, SIK, MH,” ujarnya sebagaimana dilansir dari wartanesia.id.
Kepemimpinan yang Menyatu dengan Keteladanan Agama
Penunjukan AKBP H. Busroni sebagai khatib tidak muncul secara tiba-tiba. Ia dikenal luas sebagai sosok Bhayangkara berlatar belakang pesantren dan sering mengisi khutbah Salat Jumat, baik di Masjid Agung maupun di masjid-masjid wilayah kecamatan. Dalam rapat bersama Pemerintah Daerah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), dan pemangku adat yang dilaksanakan 21 Mei lalu dan dipimpin oleh Wakil Bupati Pohuwato, nama Busroni muncul sebagai figur yang dinilai mampu menyampaikan pesan keislaman dengan pendekatan humanis dan damai.
“Beliau bukan hanya pemimpin dalam keamanan, tetapi juga panutan dalam hal keagamaan. Penunjukan ini diharapkan bisa menjadi jembatan spiritual antara institusi kepolisian dan masyarakat,” terang Arman Mohamad.
Menyatukan Nilai Ibadah dan Tugas Negara
Penugasan seorang aparat kepolisian sebagai khatib bukanlah hal yang umum, namun justru di situlah letak kekuatan simbolik dan nilai keagamaannya. Islam mengajarkan bahwa pemimpin haruslah menjadi teladan tidak hanya dalam urusan duniawi, tetapi juga dalam membimbing umat ke jalan kebenaran. Dalam konteks ini, AKBP Busroni mengemban dua amanah: menjaga ketertiban dan menyuarakan taqwa kepada Allah SWT.
Momentum Idul Adha yang sarat dengan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan kepada perintah Ilahi, menjadi panggung yang tepat bagi seorang pemimpin seperti Kapolres untuk menyampaikan pesan moral dan sosial yang menyatukan umat. (***)
