Dalam pemantauan yang dilakukan sejak pagi hari itu, Karo Ops mendapati sejumlah pelanggaran yang cukup mencolok. Beberapa pengendara terjaring tidak memakai helm, melawan arus lalu lintas, hingga tidak membawa surat-surat kendaraan. Tak hanya mencatat, perwira dengan tiga melati di pundaknya itu langsung memberikan teguran secara humanis namun tegas.
“Tertib berlalu lintas bukan hanya soal menghindari tilang, tapi menyangkut keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kami tidak ingin ada korban jiwa hanya karena kelalaian yang bisa dihindari,” ujar Kombes Pramono dengan nada prihatin namun bersahabat.
Tak hanya menyoroti pelanggaran, Karo Ops juga memberikan edukasi singkat kepada para pelanggar tentang pentingnya disiplin berlalu lintas. Ia berharap, pendekatan seperti ini bisa menggugah kesadaran masyarakat.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Desmont Harjendro A. P., S.I.K., M.T., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan yang lebih humanis dalam penegakan hukum.
“Kepolisian tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga mengedepankan pembinaan dan edukasi. Kami ingin membentuk budaya tertib lalu lintas di Gorontalo, bukan semata-mata karena takut ditilang, tapi karena sadar akan keselamatan,” tegas Kabid Humas.
Kegiatan pemantauan lalu lintas ini merupakan bagian dari Operasi Patuh Otanaha 2025, yang saat ini sedang digencarkan oleh Polda Gorontalo. Operasi ini menyasar berbagai bentuk pelanggaran, terutama yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Langkah Polda Gorontalo ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat berkendara. Sebab, tertib di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi kewajiban setiap individu yang ada di balik kemudi. (***)
