Audiensi tersebut dihadiri oleh pejabat lama Achmad, S.St., M.H., dan pejabat baru Muhammad Naim, S.SiT., M.H., yang datang untuk bersilaturahmi, memperkenalkan diri, sekaligus menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan jajaran Polda Gorontalo selama masa tugas sebelumnya.
Dalam sambutannya, Kapolda Widodo menegaskan pentingnya hubungan sinergis antara Polda Gorontalo dan ATR/BPN dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, terutama terkait penanganan berbagai persoalan pertanahan yang kerap berpotensi menimbulkan konflik horizontal.
“Sengketa lahan bukan hanya soal hak atas tanah, tapi juga menyangkut stabilitas sosial. Karena itu, kolaborasi antara kepolisian dan ATR/BPN menjadi sangat penting untuk memastikan keadilan dan mencegah gesekan di lapangan,” ujar Kapolda.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan koordinasi yang telah terjalin selama ini, serta menyambut baik komitmen pejabat baru untuk melanjutkan kerja sama yang telah berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kakanwil ATR/BPN yang baru, Muhammad Naim, menegaskan kesiapannya untuk memperkuat koordinasi dengan kepolisian, khususnya dalam aspek transparansi pelayanan pertanahan dan pencegahan potensi pelanggaran hukum.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat. Koordinasi dengan Polda Gorontalo akan menjadi kunci agar setiap persoalan lahan bisa diselesaikan dengan pendekatan hukum yang humanis dan profesional,” ungkapnya.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol keberlanjutan kemitraan strategis antara ATR/BPN dan Polda Gorontalo.
Kolaborasi dua lembaga ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang tertib, adil, dan kondusif bagi pembangunan di Provinsi Gorontalo. ###
