Kegiatan bertajuk Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV ini merupakan bagian dari gerakan nasional Polri dalam mendukung ketahanan pangan. Di bawah komando Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., kegiatan ini melibatkan lintas sektor — mulai dari pemerintah daerah, Dinas Pertanian, TNI, Bhayangkari, hingga kelompok tani setempat.
Turut hadir Sekda Pohuwato Iskandar Datau, Lettu CHB Abdul Thalib mewakili Dandim 1313 Pohuwato, serta jajaran unsur Forkopimda lainnya. Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan sekadar tugas petani, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga ikut menumbuhkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” ujar AKBP Busroni dengan penuh semangat.
Setelah mengikuti arahan Kapolri melalui Zoom Meeting, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman simbolis di atas lahan seluas satu hektare milik Pemerintah Daerah, menggunakan bibit jagung varietas Macho Bisi 235 sebanyak 15 kilogram. Para tamu undangan bersama kelompok tani bergandengan tangan, menanam benih yang diharapkan tumbuh menjadi hasil panen berlimpah bagi masyarakat Pohuwato.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para peserta — dari pejabat hingga petani — turun ke tanah yang sama, merasakan hangatnya sinar matahari dan harapan yang menyatu dalam butiran jagung yang ditanam.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa kemandirian pangan harus berangkat dari kolaborasi nyata di lapangan. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Polres Pohuwato menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi bangsa — menjaga keamanan sekaligus menumbuhkan kehidupan.
Hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 WITA, semuanya berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Dari lahan Dulomo, pesan yang lahir sederhana namun dalam maknanya: Indonesia yang kuat dimulai dari desa, dan swasembada pangan dimulai dari satu benih yang ditanam dengan hati. ###
