Fitri Yusuf Husain: Jadi Anggota DPRD Bukan Sekadar Duduk, Tapi Menjawab Amanah dan Menggerakkan Perubahan

Fitri Yusuf Husain: Jadi Anggota DPRD Bukan Sekadar Duduk, Tapi Menjawab Amanah dan Menggerakkan Perubahan (Foto: Dok)

Gorontalo Utara – Anggota DPRD Gorontalo Utara, Fitri Yusuf Husain, kembali menegaskan makna mendasar dari jabatan yang ia emban. Baginya, kursi dewan bukanlah simbol kekuasaan, bukan pula atribut prestise yang sekadar dipajang di ruang sidang. Ia memaknainya sebagai amanah besar—sebuah kepercayaan rakyat yang wajib dijaga dengan ketegasan sikap dan keberanian bertindak.

Fitri menggugah kesadaran kolektif para pemangku kebijakan bahwa masyarakat tidak memilih wakilnya untuk sekadar hadir dan diam. Mereka menunggu langkah nyata—langkah yang berani merombak persoalan, memecah kebuntuan, dan membawa daerah ini pada perubahan yang terlihat, bukan sekadar direncanakan.

“Menjadi anggota dewan berarti bekerja melampaui rutinitas,” tegasnya. Menurut Fitri, tugas utama seorang wakil rakyat adalah menggali akar persoalan, bukan hanya melihat permukaannya. Mengawasi dengan sungguh-sungguh, bukan formalitas. Menyuarakan kepentingan masyarakat, meski jalan itu terkadang harus menantang arus.

Ia menekankan bahwa seorang legislator tidak cukup hadir dalam rapat-rapat, tetapi harus menghadirkan nilai dalam setiap kebijakan yang diperjuangkan. “Yang dibutuhkan bukan sekadar kehadiran, tetapi keteladanan. Bukan sekadar berbicara, tetapi bekerja,” ujarnya.

Fitri menyampaikan bahwa masyarakat membutuhkan sosok yang bisa menjadi cahaya di tengah kompleksitas persoalan daerah, bukan bayang-bayang yang hanya bergerak jika diarahkan. Seorang pemimpin, lanjutnya, adalah mereka yang berani mengambil keputusan—dan keputusan itu harus berpihak pada rakyat.

Karena itu, ia mengajak seluruh anggota dewan untuk bekerja dengan kompas nilai yang jelas: integritas, keberanian, dan semangat pelayanan. Tidak berjalan apa adanya, melainkan berjalan dengan tujuan besar: menjaga kepercayaan yang dititipkan oleh masyarakat Gorontalo Utara.

“Ini saatnya membuktikan bahwa kita hadir bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk mereka yang telah mempercayakan masa depan daerah ini kepada kita,” pungkas Fitri.

Dengan pernyataan ini, Fitri Yusuf Husain menegaskan bahwa politik bukan ruang nyaman, melainkan ruang pengabdian—dan setiap langkah di dalamnya harus mencerminkan keberpihakan kepada rakyat. ###

You cannot copy content of this page

Exit mobile version