Keluarga Diserang Saat Cari Jalur Alternatif, Mobil Dirusak dan Anak Disiram Air Panas di Luwu

Foto: Screenshoot video

LUWU – Sebuah insiden penganiayaan disertai pengrusakan kendaraan terjadi di Desa Salulino, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin dini hari (26/1/2026) sekitar pukul 01.40 Wita.

Korban bernama Andi Reski Ripai (37), warga Desa Bohean, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi sasaran kekerasan saat melintas bersama istri dan tiga anaknya menggunakan mobil Toyota Rush warna cokelat bernomor polisi DD 1499 DY.

Cari Jalan Alternatif, Berujung Kekerasan

Peristiwa bermula ketika Andi Reski bersama keluarganya berangkat dari Morowali menuju Kota Makassar. Karena jalan provinsi di Kabupaten Luwu ditutup akibat aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya, korban memilih menggunakan jalur alternatif melalui Desa Salulino.

Saat melintas di lorong permukiman desa tersebut, mobil korban hampir bersenggolan dengan pengendara sepeda motor. Korban sempat berhenti dan meminta maaf. Namun, situasi justru memanas.

Salah seorang warga kemudian menyiramkan air kopi panas ke dalam mobil, mengenai penumpang di dalamnya. Merasa terancam, korban langsung melarikan diri. Namun, sekelompok pemuda dari Desa Salulino dan Desa Marabuana mengejar kendaraan tersebut.

Setibanya di Desa Buntuawo, laju mobil terhenti akibat adanya blokade jalan. Massa kemudian meminta korban turun dari mobil. Karena ketakutan, korban tidak mau keluar, sehingga para pelaku melempari mobil dengan batu hingga memecahkan kaca depan dan kaca samping kiri.

Sekitar pukul 01.45 Wita, korban bersama keluarganya dievakuasi ke Rumah Sakit Rampoang, Kota Palopo.

Akibat kejadian tersebut:

  • Andi Reski mengalami luka robek di alis dan memar di mata kanan.
  • Tiga anak korban mengalami luka melepuh akibat siraman air kopi panas.

Kerugian materiil berupa kerusakan mobil ditaksir mencapai Rp40 juta.

Pelaku Diamankan Polisi

Pihak Polsek Walenrang telah mengamankan sejumlah terduga pelaku. Mereka adalah:

  1. Ikbar (29) – menganiaya korban
  2. Muh. Tegar Pallawa (23) – melempar kaca mobil dan menganiaya korban
  3. Dika Aditya (22) – mahasiswa, menganiaya korban
  4. Owen Saputra (20) – melempar kaca mobil
  5. Jimar (18) – melempar kaca mobil
  6. Ramlin – turut terlibat
  7. Widy (18 tahun 6 bulan) – menyiram air kopi panas ke korban

Seluruh pelaku berasal dari Desa Salulino dan Desa Marabuana, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu.

Masyarakat juga menyampaikan harapan agar pihak kampus di Palopo dan Makassar memberikan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan tersebut, sebagai bentuk efek jera dan tanggung jawab moral dunia pendidikan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus dan proses hukum terhadap para pelaku.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version