Yunus Dunggio Nahkodai Percasi Kabupaten Gorontalo, Era Baru Kebangkitan Catur Dimulai

Yunus Dunggio Nahkodai Percasi Kabupaten Gorontalo, Era Baru Kebangkitan Catur Dimulai (Foto: Dok)

Limboto – Angin segar bagi dunia olahraga catur di Kabupaten Gorontalo mulai berembus. Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VII Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Gorontalo yang digelar di Aula Kantor Lurah Kayu Merah, Kecamatan Limboto, Kamis (14/5/2026), resmi menetapkan Yunus Dunggio, SE, M.Si sebagai Ketua Percasi Kabupaten Gorontalo periode 2026–2030 secara aklamasi.

Terpilihnya Yunus Dunggio menjadi penanda dimulainya harapan baru bagi kebangkitan olahraga catur di daerah. Forum Musda yang berlangsung penuh kekeluargaan dan semangat persatuan itu sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepada sosok yang dinilai memiliki kapasitas dan komitmen dalam membangun prestasi olahraga, khususnya cabang catur.

Penetapan secara aklamasi terjadi setelah kandidat lain memutuskan mengundurkan diri dari pencalonan. Kondisi tersebut membuat seluruh peserta Musda secara bulat memberikan kepercayaan kepada Yunus Dunggio untuk memimpin organisasi olahraga catur paling bergengsi di Kabupaten Gorontalo selama empat tahun ke depan.

Momen penyerahan panji Percasi kepada Yunus pun menjadi simbol dimulainya estafet perjuangan baru. Bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi titik balik bagi upaya membangkitkan kembali gairah pembinaan atlet catur yang belakangan dinilai mengalami stagnasi.

Dalam pidato perdananya usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Yunus menegaskan tekadnya untuk menjadikan Percasi Kabupaten Gorontalo lebih hidup, kompetitif, dan mampu melahirkan prestasi membanggakan di berbagai level kejuaraan.

“Amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepada kami untuk memimpin Percasi Kabupaten Gorontalo periode 2026–2030 akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami berkomitmen melakukan pembinaan dan terus mengukir prestasi di berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Yunus.

Tidak hanya berfokus pada prestasi jangka pendek, Yunus juga menekankan pentingnya persatuan seluruh pecinta dan insan catur di Kabupaten Gorontalo sebagai fondasi utama pembangunan organisasi yang sehat dan produktif.

Menurutnya, olahraga catur tidak bisa berkembang tanpa kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pengurus, atlet, pelatih, hingga komunitas pencinta catur yang selama ini terus menjaga eksistensi olahraga berpikir tersebut.

“Terimalah panji ini bukan sekadar simbol tanpa makna. Inilah bendera catur yang kita perjuangkan bersama. Kita harus bahu-membahu membawa catur Kabupaten Gorontalo berjaya. Salam olahraga, Gens Una Sumus harus tetap terjaga,” tegasnya penuh semangat.

Terpilihnya Yunus Dunggio pun disambut penuh optimisme oleh berbagai kalangan pemerhati olahraga. Banyak pihak berharap kepengurusan baru mampu menjadi motor penggerak kebangkitan Percasi Kabupaten Gorontalo, terutama dalam memperkuat sistem pembinaan atlet usia dini dan menghidupkan kembali kompetisi catur secara rutin.

Selama ini, sejumlah pecatur potensial di Kabupaten Gorontalo dinilai memiliki kemampuan besar, namun membutuhkan ruang kompetisi, pendampingan, serta sistem pembinaan yang berkesinambungan agar mampu berkembang maksimal.

Kepemimpinan Yunus diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut melalui program kerja yang progresif, mulai dari pembinaan berjenjang, pelaksanaan turnamen rutin, hingga pencarian bibit atlet berbakat yang dapat membawa nama daerah ke panggung regional, nasional, bahkan internasional.

Musda Ke-VII Percasi Kabupaten Gorontalo pun bukan hanya menghasilkan ketua baru, tetapi juga menghadirkan optimisme bahwa olahraga catur di daerah ini akan memasuki fase baru—lebih solid, terarah, dan berorientasi prestasi.

Dengan semangat baru yang digaungkan kepengurusan hasil Musda, Percasi Kabupaten Gorontalo kini ditantang untuk membuktikan bahwa catur bukan sekadar permainan strategi, melainkan cabang olahraga potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi. (SD)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version