Warga Ring 1 Proyek SR Mondokan Keluhkan Dirumahkan Tanpa Kepastian, Minta Perhatian Pemerintah

Tuban,16 Mei 2026 – Sejumlah warga ring satu di sekitar proyek SR Mondokan, Kabupaten Tuban, mengeluhkan nasib mereka setelah tidak lagi dipekerjakan dalam proyek bernilai fantastis yang ditaksir menelan anggaran sekitar Rp100 hingga Rp200 miliar tersebut.

Keluhan itu disampaikan warga yang sebelumnya ikut bekerja dalam aktivitas proyek. Mereka mengaku dirumahkan dengan alasan sementara dan dijanjikan akan dipanggil kembali ketika dibutuhkan. Namun hingga kini belum ada kepastian waktu untuk kembali bekerja, sementara aktivitas proyek disebut masih terus berjalan.

“Awalnya banyak warga ring satu yang bekerja di sana, tapi sekarang banyak yang tidak dipakai lagi. Alasannya nanti kalau dibutuhkan akan dipanggil. Sampai sekarang waktunya tidak jelas, padahal proyek masih berjalan,” ujar salah satu warga kepada , Rabu (14/5/2026).

Warga menilai proyek besar yang berdiri di wilayah mereka seharusnya mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi warga ring satu yang terdampak langsung aktivitas proyek.

Selain persoalan tenaga kerja, warga juga mengeluhkan dampak debu dan aktivitas proyek yang dirasakan masyarakat sekitar. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait agar aspirasi warga tidak diabaikan.

“Kalau proyek besar seperti ini berjalan di wilayah kami, masyarakat sekitar seharusnya diprioritaskan bekerja. Jangan sampai warga hanya menerima dampaknya saja,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah dapat turun tangan untuk memediasi persoalan tersebut serta mendorong adanya kejelasan terkait nasib pekerja lokal yang telah dirumahkan. Warga juga meminta agar perusahaan pelaksana proyek lebih mengutamakan tenaga kerja dari lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat ring satu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek SR Mondokan masih belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.

Warga berharap adanya komunikasi terbuka antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat agar persoalan tenaga kerja lokal maupun dampak lingkungan dapat diselesaikan dengan baik demi menjaga kondusivitas di sekitar proyek.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version