EMAK-EMAK BLOKADE TAMBANG SEMEN! Warga Karanglo Nekat Naik Alat Berat, Tuntut Aktivitas Penambangan Dihentikan

Netizen.co.id Tuban, 24 Juli 2026 – Aksi protes warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban memuncak pada Jumat malam. Puluhan warga, yang didominasi emak-emak, nekat menghentikan aktivitas alat berat di area tambang pabrik semen dengan cara memanjat alat berat dan memblokade lokasi penambangan.

Aksi tersebut berlangsung dramatis dan sempat menjadi perhatian aparat kepolisian serta petugas keamanan perusahaan yang berjaga di lokasi. Warga bersikeras tidak akan meninggalkan lokasi sebelum aktivitas penambangan dihentikan.

Menurut keterangan warga, aksi spontan itu dipicu oleh berbagai keluhan yang selama ini dinilai tidak pernah mendapatkan penyelesaian. Mereka mengaku semakin resah akibat suara peledakan (blasting) yang disebut semakin keras hingga menimbulkan getaran di permukiman. Selain itu, debu dari aktivitas penambangan juga diklaim kerap menyelimuti rumah-rumah warga yang berada di sekitar kawasan tambang.

“Sudah berkali-kali kami menyampaikan keluhan, tetapi tidak ada perubahan. Akhirnya warga turun langsung menghentikan aktivitas alat berat,” ungkap salah seorang warga di lokasi.

Warga berharap perusahaan segera mengambil langkah konkret untuk mengurangi dampak lingkungan yang mereka rasakan, mulai dari kebisingan, getaran akibat peledakan, hingga pencemaran debu.

Hingga berita ini ditulis, situasi di lokasi dilaporkan masih mendapat pengamanan dari aparat kepolisian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait tuntutan warga maupun penghentian sementara aktivitas penambangan.

Perlu diketahui, keluhan masyarakat Desa Karanglo mengenai dampak debu dan aktivitas penambangan di sekitar kawasan pabrik semen juga pernah menjadi sorotan dalam berbagai pemberitaan sebelumnya.

Netizen.co.id akan terus berupaya mengonfirmasi seluruh pihak terkait, termasuk manajemen perusahaan, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian, agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version