Serikat buruh dan para mahasiswa tersebut berkumpul di taman perpustakaan fisip kampus Unair untuk konsolidasi mengawal putusan MK,
Salah satu mahasiswa berorasi di taman perpustakaan kampus bahwa Negara Indonesia bukan milik segelintir orang maupun keluarga tertentu melainkan milik seluruh warga Indonesia.
“ Dinasti mengatur negara Indonesia dengan genggamannya dan prihatin dengan mahasiswa Surabaya yang tidur disaat situasi negara tidak baik baik saja, kota Surabaya merupakan kota sejarah atas perjuangan dan tempat perlawanan penjajah” ungkapnya.
Lanjut salah satu mahasiswa tersebut “Saat ini semua elemen bersatu untuk memperjuangkan dan menyatakan sikap kepedulian kepada bangsa kita yang saat ini diinjak injak dan dirusak oleh oligarki. Dalam rangka mengawal putusan MK dan menolak revisi undang-undang Pilkada yang dianulir oleh DPR RI dan melihat situasi pada hari ini sedang tidak baik-baik saja” tutup nya
Disisi lain perwakilan Serikat buruh berorasi bahwa Apabila mahasiswa akan turun aksi, Serikat pekerja akan mendukung atas pelaksanaan aksi dan Serikat pekerja sangat mendukung inisiasi konsolidasi dari akademisi. Serikat Pekerja /buruh berjibaku melawan penguasa dan mengembalikan perjuangan konstitusi.
Dalam kondisi saat ini berharap dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat, apabila besok turun agar dikoordinasikan kesiapan waktu aksi dan menyampaikan aspirasi dengan baik dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan terkait dengan penyampaian pendapat dimuka umum serta tetap menjaga kondusifitas Kamtibmas di Jawa Timur
aksi unjuk rasa menolak revisi Undang undang Pilkada akan dilaksanakan pada hari Jumat di Depan kantor DPRD Jatim Jl. Indrapura Surabaya bertujuannya untuk perlawanan dan menolak revisi undang undang Pilkada secara singkat dan memperjuangkan Demokrasi di Indonesia.
