Kebakaran dan ledakan hebat itu terjadi sekitar pukul 11.30 wib dimana warga desa remen dan tasikharjo yang berdekatan dengan area kilang minyak, mendengar ledakan yang keras sebelum kobaran api dan asap pekat yang membumbung tinggi.
” Saya panik sebelum ada api dan asap tebal ada ledakan yang sangat keras sekali setelah itu muncul asap dan api tebal ” ucap fiul warga desa remen.
fiul mengatakan warga dievakuasi setelah kepulan asap tebal dan semuanya panik di suruh evakuasi oleh kepala desa, baunya sangat menyengat dan bikin sesak nafas.
Sementara itu warga sekitar Nafi menuturkan, suara ledakan itu terjadi sekitar Dzuhur sebelum terjadi ledakan besar keluar asap beberapa menit dari area kilang tersebut.
” Awalnya asab keluar dan belum ada api setelah beberapa menit terjadi ledakan yang lumayan besar dan lalu muncul api yang sangat besar ” ucapnya.
Nafi mengaku kecewa karena tidak ada himbauan atau peringatan dari pihak TPPI saat kejadian berlangsung, alarm berbunyi setelah warga mengungsi.
” Pihak perusahaan kurang profesional masak alarm baru berbunyi setelah warga sudah berhamburan lari, baru ada sirine tidak ada tanda tanda atau himbauan apapun dari pihak TPPI ” tegasnya
Karena panik dan khawatir asap yang muncul mengandung bahan kimia berbahaya, warga mengambil inisiatif untuk menghimbau warga mengungsi ke pantai yang berjarak lebih aman dari kilang.
Kepala desa Tasikharjo damuri saat di konfirmasi awak media mengatakan bahwa warga sempat dikejutkan oleh suara ledakan keras yang terdengar dari arah area kilang PT TPPI.
” Kepulan asap membumbung tinggi dari arah kilang membuat warga panik dan berlarian ke luar rumah ” ucap damuri.
Tak lama setelah ledakan api di ketahui berkobar di salah satu bagian komplek kilang, pemerintah desa bergerak cepat memberikan himbauan melalui pengeras suara masjid agar semua warga meninggal rumah dan mengungsi sementara di pantai pandurii yang dinilai lebih aman
Damuri sangat menyayangkan lambatnya respon pihak PT TPPI dalam memberikan peringatan kepada masyarakat sekitar, ia menyebut hingga beberapa jam setelah kejadian belum ada klarifikasi dari pihak perusahaan.
” Sejak kejadian hingga sampai detik ini belum adapun klarifikasi dari pihak TPPI , bahkan saat saya hubungi tak satupun dari mereka yang mengakar telpon saya ” tegasnya damuri.
Pihak pemerintah desa bersama warga kini mendesak manajemen PT TPPI untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab kebakaran dan langkah-langkah penanganan yang dilakukan.
