Saat Nakes Menari: Harmoni Pelayanan dan Budaya di HUT Gorontalo Utara

Saat Nakes Menari: Harmoni Pelayanan dan Budaya di HUT Gorontalo Utara (Foto: Dok)

GORONTALO UTARA – Semangat budaya dan pengabdian berpadu dalam satu panggung kebersamaan saat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainal Umar Sidiki ambil bagian dalam tarian dana-dana kolosal, yang menjadi salah satu ikon perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (24/4).

Kehadiran para tenaga kesehatan yang biasanya identik dengan ruang pelayanan medis, kali ini tampil dalam balutan nuansa tradisi. Dipimpin langsung oleh Direktur, dr. Mohammad Ardiansyah, jajaran RSUD ikut larut dalam irama dana-dana—sebuah tarian khas Gorontalo yang bukan sekadar gerak, melainkan ekspresi nilai hidup masyarakat.

Dalam perspektif budaya, tarian dana-dana merepresentasikan filosofi huyula (gotong royong) dan kebersamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Gorontalo. Gerakan yang serempak, ritmis, dan penuh keceriaan mencerminkan harmoni sosial—sebuah pesan yang sejalan dengan semangat pelayanan kesehatan yang mengedepankan kolaborasi dan empati.

Partisipasi RSUD dr. Zainal Umar Sidiki bukan hanya simbol kehadiran institusi, melainkan juga penegasan bahwa pelayanan publik tidak terpisah dari identitas budaya masyarakatnya. Dalam momen ini, tenaga kesehatan tidak sekadar menjadi pelayan medis, tetapi juga bagian dari denyut kebudayaan daerah.

“Momentum HUT ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga ruang memperkuat ikatan sosial dan budaya. Kami bangga bisa hadir, bukan hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Gorontalo yang menjunjung tinggi nilai tradisi,” ungkap dr. Mohammad Ardiansyah.

Ribuan peserta dari berbagai instansi dan elemen masyarakat tampil dalam balutan busana adat yang kaya warna dan makna. Kolaborasi lintas sektor ini menjadikan tarian dana-dana kolosal sebagai representasi identitas kolektif Gorontalo Utara—di mana budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dirayakan bersama.

Perayaan HUT ke-19 ini pun menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari aspek fisik dan pelayanan, tetapi juga dari keberhasilan menjaga dan menghidupkan warisan budaya. Keterlibatan aktif RSUD menjadi cerminan bahwa institusi modern pun memiliki ruang untuk berakar pada nilai-nilai lokal.

Di tengah gemerlap perayaan, satu pesan mengemuka: budaya adalah jembatan yang menyatukan pelayanan, identitas, dan kebersamaan masyarakat Gorontalo Utara.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version